Entri Populer

Jumat, 07 Oktober 2011

belajar nahwu (harf jar)

Majruratul Asma Huruf Jer

مَجْرُوْرَاتُ الأَسْمَاء
(Keadaan Di Jerkannya Isim-Isim)
Kelompok Majruratul Asma:
1. مَجْرُوْرٌ بِحَرْفِ الْجَرِّ
2. مَجْرُوْرٌ بِالإِضَافَة
3. اَلتَّوَابِعُ لِلْمَجْرُوْر

مَجْرُوْرٌ بِحَرْفِ الْجَرِّ
(Majrur Karena Huruf Jer)
Yang dimaksud dengan isim majrur karena huruf jer adalah isim yang mempunyai I’rob majrur apabila didahului oleh salah satu dari huruf jer.
Huruf jer ada 17 (tujuh belas), yaitu:
مِنْ, إِلَى, عَنْ, عَلَى, فِي, رُبَّ, اَلْبَاءُ (بِ), اَلْكَافُ (كَ), اَللاَّمُ (لِ), حَتَّى, وَاوُ الْقَسَمِ (وَ), تَاءُ الْقَسَمِ (تَ), مُذْ, مُنْذُ, خَلاَ, عَدَا, حَاشَا
Contoh Penggunaan Huruf Jer
Contoh masing-masing penggunaan huruf jer:
1. مِنْ (Dari)
خَرَجْتُ مِنَ الْمَنْزِل (Aku keluar dari rumah)
هَذِهِ الصَّدَقَةُ مِنَ الْمُحْسِنِيْنَ (Shadaqah ini dari orang-orang yang berbuat baik)
2. إِلَى (Ke)
سَأَذْهَبُ إِلَى الْمَسْجِد (Aku akan pergi ke masjid)
3. عَنْ (Dari)
هَذَا الْحَدِيْثُ رُوِيَ عَنْ عَائِشَةَ (Hadits ini diriwayatkan dari Aisyah)
4. عَلَى (Di atas)
اَلْكِتَاُب عَلَى الْمَكْتَب (Buku itu berada di atas meja)
5. فِي (Di dalam)
نَحْنُ نَطْلُبُ الْعِلْمَ فِي الْمَسْجِد (Kami menuntut ilmu di dalam masjid)
6. رُبَّ (Betapa banyak / sedikit)
رُبَّ عَمَلٍ صَالِحٍ تُعَظِّمُهُ النِّيَّةُ (Betapa banyak amalan yang kecil menjadi besar nilainya disebabkan oleh niat)
7. اَلْبَاءُ – بِ (Dengan)
كَتَبْتُ الدَّرْسَ بِالْقَلَم (Aku menulis pelajaran dengan pena)
8. اَلْكَافُ – كَ (Seperti)
عُمَرُ كَالأَسَدَ (Umar seperti singa)
9. اَللاَّمُ – لِ (Milik)
هَذَا الْكِتَابُ لِمُحَمَّدٍ (Kitab ini miliknya Muhammad)
10. حَتَّى (Sampai)
أَكَلْتُ السَّمَكَ حَتَّى رَأْسِه (Aku makan ikan sampai kepalanya)
11.  وَاوُ الْقَسَمِ (وَ)
وَاللهِ أَنَا مُسْلِمٌ (Demi Allah aku adalah seorang muslim)
12. تَاءُ الْقَسَمِ (تَ)
تَاللهِ أَنَا مُسْلِمٌ (Demi Allah aku adalah seorang muslim)
13, 14. مُنْذُ dan مُذْ (Sejak)
مَا رَأَيْتُهُ مُنْذُ الأُسْبُوْعِ الْمَاضِيَة (Aku tidak melihatnya semenjak seminggu yang lalu)
15, 16, 17. عَدَ ,خَلاَ dan حَاشَا (Selain / kecuali)
رَجَعَ الطُّلاَّبُ خَلاَ مُحَمَّدٍ (Para mahasiswa telah pulang kecuali Muhammad)
Faidah Isim Majrur Dengan Huruf Jer
Faidah:
1. Huruf حَتَّى dapat masuk ke isim atau fi’il.
Jika حَتَّى masuk ke isim maka berfungsi sebagai huruf jer.
Jika حَتَّى masuk ke fi’il maka berfungsi sebagai huruf penashob.
Contoh:
اِجْتَهِدْ حَتَّى تَصِلَ إِلَى مَا تَرْجُوْ (Bersungguh-sungguhlah sampai engkau mencapai apa yang engkau harapkan)
2. Huruf Qasam (sumpah) ada tiga yaitu وَ, تَ, ب Semuanya diartikan “Demi”.
بِاللهِ – تَاللهِ – وَالله
Secara penggunaan bahasa, “ta” hanya boleh digunakan untuk lafzhul jalalah Allah, adapun “bi” dan “wa” boleh untuk selain lafzhul jalalah Allah. Adapun secara syar’i, maka sumpah tidak boleh ditujukan kecuali kepada Allah ta’ala.
Contoh:
وَعَبْدِ الْقَادِرِ الْجَيْلاَنِي = Boleh secara bahasa (akan tetapi berdasarkan syar’i tidak boleh)
تَعَبْدِ الْقَادِرِ الْجَيْلاَنِي = Tidak boleh secara bahasa (dan juga berdasarkan syar’i)
Majrur Dengan Idhafah

اَلْمَجْرُوْرُ بِالإِضَافَةِ
(Majrur Karena Idhafah)
Idhafah adalah bentuk penyandaran suatu isim dengan isim yang lain.
Contoh:
كِتَابُ مُحَمَّدٍ (Bukunya Muhammad)
خَاتَمُ ذَهَبٍ (Cincin emas)
1. Isim yang pertama yaitu كِتَابُ dan خَاتَمُ dikenal dengan istilah mudhaf.
2. Isim yang kedua yaitu مُحَمَّدٍ dan ذَهَبٍ dikenal dengan istilah mudhaf ilaihi.
Mengingat susunan idhafah adalah terdiri dari mudhaf dan mudhaf ilaihi, terkadang istilah idhafah dikenal dengan istilah mudhaf – mudhaf ilaihi.
I’rab mudhaf adalah mengikuti kedudukannya didalam kalimat adapun I’rab mudhaf ilaihi  adalah selalu majrur.
Contoh:
كِتَابُ مُحَمَّدٍ مُفِيْدٌ (Bukunya Muhammad bermanfaat)
أَسْتَعِيْرُ كِتَابَ مُحَمَّدٍ (Aku meminjam bukunya Muhammad)
هَذِهِ الْمُلاَحَظَةُ مَوْجُوْدَةٌ فِي كِتَابِ مُحَمَّدٍ (Catatan ini terdapat di bukunya Muhammad
Macam-Macam Mudhaf Ilaihi

أَنْوَاعُ الْمُضَافِ إِلَيْهِ
(Macam-Macam Mudhof Ilaihi)
1. Mu’rob
Mudhof ilaihi yang berbentuk isim mu’rab harus selalu majrur. Contoh:
كِتَابُ الْمُسْلِمِ
كِتَابُ الْمُسْلِمَيْنِ
كِتَابُ الْمُسْلِمِيْنَ
حَدِيْثُ عَائِشَةَ
2. Mabni
Mudhof ilaihi yang berbentuk isim mabni tidak mengalami perubahan harokat akhir (sesuai bentuk aslinya).
Contoh:
كِتَابُكَ (Kitabmu – laki-laki)
كِتَابُكِ (Kitabmu – wanita)
Syarat-Syarat Idhofah

شُرُوْطُ الإِضَافَةِ
(Syarat-Syarat Idhofah)
Syarat-syarat idhofah ada 3:
1. Mudhof tidak boleh ditanwin. Contoh:
حَقِيْبِةٌ = mudhof
مُحَمَّدٌ = mudhof ilaihi
Susunan idhofahnya adalah,
حَقِيْبَةُ مُحَمَّدٍ (Tas Muhammad)
جَوَّالٌ = mudhof
مُحَمَّدٌ = mudhof ilaihi
Susunan idhofahnya adalah:
جَوَّالُ مُحَمَّدٍ (Handphone Muhammad)
2. Membuang nun mutsanna atau jama’ pada mudhof. Contoh:
كِتَابَانِ = mudhof
مُحَمَّدٌ = mudhof ilaihi
Susunan idhofahnya adalah,
كِتَابَا مُحَمَّدٍ (Kitab Muhammad)
مُدَرِّسُوْنَ = mudhof
مَعْهَدٌ = mudhof ilaihi
Susunan idhofahnya adalah,
مُدَرِّسُوْ مَعْهَدٍ (Para pengajar ma’had)
3. Membuang alif lam dari mudhof
Contoh:
الرَّسُوْلُ = mudhof
اللهُ = mudhof ilaihi
Susunan idhofahnya adalah,
رَسُوْلُ اللهِ (Rasulullahi)
البَابُ = mudhof
الْمَسْجِدُ = mudhof ilahi
Susunan idhofahnya adalah,
بَابُ الْمَسْجِدِ (Pintu Masjidi)
Faidah Idhofah
Faidah:
1. Secara umum, kandungan makna idhofah mempunyai tiga arti:
a. Bermakna مِنْ (dari)
Contoh:
خَاتَمُ حَدِيْدٍ (Cincin besi)
Maknanya adalah,
خَاتَمٌ مِنْ حَدِيْدٍ (Cincin dari besi)
b. Bermakna لِ (milik)
Contoh:
بَيْتُ عَلِيٍّ (Rumah Ali)
Maknanya adalah,
بَيْتٌ لِعَلِيٍّ (Rumah milik Ali)
c. Bermakna فِي (di dalam)
Contoh:
عَذَابُ القَبْرِ (Azab Kubur)
Maknanya adalah,
عَذَابٌ فِي القَبْرِ (Azab di dalam kubur)
2. Apabila mudhof berupa isim yang berakhiran dengan alif, dan mudhof ilaihi berupa ya’ mutakallim, maka ya’ ditulis dengan harakat fathah
Contoh:
يَدَايَ (Kedua tanganku)
Asalnya adalah يَدَانِ sebagai mudhof, nunnya dibuang sehingga bentuknya menjadi يَدَا .
mengingat يَدَا berakhiran alif, maka ketika diidhofahkan kepada ya’ mutakallim menjadi يَدَايَ .
هُدَايَ (Petunjukku)
Asalnya adalah,
اَلْهُدَى dan ya’ mutakallim (ي)
سِوَايَ (Selainku)
Asalnya adalah,
سِوَى dan ya’ mutakallim (ي)
3. Apabila mudhof berupa isim yang berakhiran dengan ya’ dan mudhof ilaihi berupa ya’ mutakallim, maka ya’ ditulis dengan fathah yang ditasdid.
Contoh:
مُدَرِّسِيَّ (Para pengajarku)
Asalnya adalah,
مُدَرِّسِيْنَ dan ya’ mutakallim (ي)
مُحَامِيَّ (Pengacaraku)
Asalnya adalah,
اَلْمُحَامِي dan ya’mutakallim (ي)
مُفْتِيَّ (Muftiku)
Asalnya adalah,
مُفْتِي dan ya’ mutakallim (ي)
Tawabi' Lil Majrur Dan Penutup

اَلتَّوَابِعُ لِلْمَجْرُوْرِ
Tawabi Pada Isim Majrur
1. اَلنَّعْتُ
Contoh:
هَذِهِ القِصَّةُ ذُكِرَتْ فِي حَدِيْثٍ صَحِيْحٍ (Kisah ini disebutkan di dalam hadits yang shohih)
2. اَلْعَطْفُ
Contoh:
كَتَبْتُ بِالدَّفْتَرِ وَالقَلَمِ (Aku menulis dengan menggunakan buku tulis dan pena)
3. اَلتَّوْكِيْدُ
Contoh:
هَذَا الْكِتَابُ لِمُحَمَّدٍ مُحَمَّدٍ (Buku ini betul-betul milik Muhammad)
4. اَلْبَدَلُ
Contoh:
مَرَرْتُ بِالأُسْتَاذِ مُحَمَّدٍ (Aku berpapasan dengan Ustadz Muhammad)
Penutup:
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّيْنِ
“Barangsiapa yang dikehendaki baik oleh Allah ta’ala maka dia akan dipahamkan dalam urusan agamanya.”
Maka Bahasa Arab merupakan kunci dalam memahami agama islam, dan merupakan salah satu tanda baiknya seseorang.
Kami mengharap kepada ikhwah sekalian agar mencari referensi-referensi lain untuk menambah perbendaharaan ilmu bahasa arab, bahkan kalau memungkinankan mencari seorang guru yang membimbing langsung dalam pembelajaran bahasa arab ini lebih lanjut.
Kami memohon ampun kepada Allah ta’ala atas kesalahan-kesalahan yang telah kami lakukan dan kami memohon kepada Allah barakah atas ilmu yang telah kita pelajari.
سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar